Selasa, 22 November 2011

Apakah Takdir Bisa Dirubah?

Apakah takdir bisa berubah? Masalah Qadha dan Qadar masih merupakan misteri karena ada yang berpendapat tidak bisa di rubah sebab hal tersebut sudah merupakan garis perjalanan yang telah ditetapkan Allah pada saat usia seseorang 4 bulan dalam kandungan pada saat di tiup kan roh hasil ciptaan Allah kepada manusia. Dan pada saat itulah ditetapkan umur,rezeki,nasib dan musibah yang akan dijalani seseorang selama hidup di dunia ini, sedangkan apa yang telah ditetapkan itu dirahasiakan oleh Allah tidak seorang manusia pun yang mengetahuinya. Bahkan malaikat dan jin juga tidak mengetahuinya, walaupun malaikat yang diberi wewenang untuk mencabut nyawa seseorang tidak mengetahuinya.

Tugas malaikat hanyalah menjalankan perintah dari Allah apabila telah jatuh tempo umur seseorang, maka sesuai dengan perintah Allah Malaikat langsung mencabut nyawa seseorang.  Namun demikian manusia tidak boleh pasrah dan tawakkal saja menerima nasib melainkan kita diperintahkan untuk berusaha menghindarinya dengan jalan berusaha dan ikhtiar apabila misalnya kita sakit segeralah untuk berobat dan mencari obat untuk menyembuhkannya. Setelah berusaha baru kita menyerahkan diri bertawakkal kepada Allah untuk menerima Takdir yang digariskan Allah.

Berdasarkan itu bahwa umur tidak bisa di rubah karena ada ayat yang menyatakan dalam Surat Yunus [10:49] " .....Tiap-tiap umat ada ajal nya, Jika ajal mereka itu datang ,mereka tidak dapat mengundurkan nya agak sesaat pun dan tidak pula dapat mempercepatnya." Namun kalau dibaca ayat berikutnya Allah mengatakan " Allah menciptakan mu, lalu mematikan mu. Dan di antaramu ada yang disampaikan pada batas usia lanjut dari usia mu, hingga tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulu pernah diketahuinya.Sesungguhnya  Allah Maha Mengetahui dan Kuasa" [An-Nahl ;16:70]. Sehingga usia yang telah ditetapkan itu ada yang sampai lanjut [pikun], dan ada pada usia muda.

Dan yang dapat diharapkan untuk memperpanjang usia seandainya telah di takdirkan pendek adalah sebagaimana dikatakan tambahan ayat : "Bahwa Allah tidak memperpanjang usia seseorang yang telah ditetapkan panjang, dan Allah tidak mengurangi usia seseorang yang telah ditetapkan pendek." Dengan bunyi ayat ini nampaknya Allah ada memberi peluang bagi yang kebetulan telah ditetapkan umur pendek, karena tidak dikurangi berarti dapat diperpanjang  sampai batas usia lanjut. Karena Allah Maha Kuasa tidak ada yang sulit kalau Allah hendak merubahnya apabila yang bersangkutan selalu memohon kepada-Nya dan tetap melaksanakan sholat serta menafkahkan sebagian rezeki berupa infak dan sedekah dan memperbanyak silahturrahmi terhadap sesama  manusia. Selain itu dalam Hadis ada disebutkan bahwa Sedekah dan Silahtuhrahmi dapat memperpanjang usia seseorang.

Kemudian bagaimana tentang rezeki,nasib dan musibah semua itu bisa berubah atas izin Allah asal kita mau berusaha dan ikhtiar karena dalam ayat ada disebutkan bahwa "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib baik suatu bangsa, kecuali mereka sendiri yang merubahnya jadi bernasib buruk." Dan semua itu bagaimana kita mau berusaha sesuai bakat masing-masing yang telah dikaruniakan Allah kepada setiap manusia dan ditambah untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Kalau itu disyukuri dan dan ada kemauan untuk maju semua diberikan hak yang sama untuk berlomba-lomba untuk mencari rezeki yang telah disiapkan di muka bumi ini. Walaupun  Allah memberikan kelebihan kepada sebagian  dari yang lain dalam hal rezeki. bukan berarti yang diberi kelebihan itu sudah pasti akan sukses belum tentu. Demikian juga bagi yang diberi kekurangan sudah pasti jadi orang susah dan miskin. Semuanya itu tergantung manusianya mau bersyukur atau tidak di dalam menerima rezeki yang telah dikaruniakan Allah kepadanya.

Sehingga kuncinya ada kemauan untuk merubahnya karena Allah mengatakan dalam Sura' Al-Insyirah [94:5-7] " Sesungguhnya dimana ada kesulitan, disitu ada kemudahan." Seungguhnya disamping kesulitan ada kelonggaran." Karena itu bila engkau selesai dari satu pekerjaan garaplah urusan yang lain dengan tekun." Jadi kita disuruh untuk mencari usaha lainnya kalau sudah selesai dari satu pekerjaan yang didapatkan.Demikian juga masalah musibah yang telah ditetapkan Allah terhadap seseorang akan dapat dihilangkan sebelum terjadi atau menimpa seseorang apabila yang bersangkutan banyak berbuat amal kebajikan kepada sesama makhluk. Seperti banyak mengeluarkan sedekah,infak dan amal lainnya karena amal kebajikan dapat menghapus amal keburukan termasuk musibah atau bala. Jadi semua dapat dirubah atau dihilangkan Allah atas Kuasa-Nya terhadap apa yang akan terjadi terhadap para hamba-hambanya.

Seperti disebutkan dalam Al-Quran ada  seseorang yang hidup menderita dengan kesulitan sampai azalnya tiba melakukan protes kepada Allah yang menganggap dirinya teraniaya sepanjang hidupnya. Hal tersebut dijelaskan dalam Surat An-Nisa [4:97] " Sesungguhnya orang-orang yang di wafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya dirinya sendiri, ditanya oleh malaikat :"Bagaimana keadaanmu?". Mereka menjawab : "Kami adalah orang-orang lemah tertindas di belahan bumi ini." Malaikat bertanya lagi "Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat hijrah kemana-mana ?" Tempat orang-orang itu  adalah jahanam. Dan jahanam adalah tempat yang seburuk-buruknya." Dengan bunyi ayat tersebut jelas orang yang tidak mau berusaha dan ikhtiar untuk mencari rezeki, hanya menunggu turunnya takdir tidak dibenarkan oleh Allah, Sehingga takdir buruk akan menimpa seseorang bila tidak mau berusaha. Demikianlah mudah-mudahan ada manfaatnya kepada kita semua namun tulisan ini hanyalah perkiraan semata sedangkan kebenaran mutlak hanya ada  Allah yang tahu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar